Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian Dan Contohnya


Sosialisasi dalam keluarga

  Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya sama sekali dia tidak mampu berdiri apalagi berjalan. dia hanya mampu menggerakkan kaki dan tangannya dengan lemah tanpa bergerak dari tempat tidurnya. hal seperti ini dialami oleh setiap orang tanpa terkecuali ketika baru dilahirkan. dia harus dilatih minum susu oleh ibunya agar dapat terus hidup, semakin besar di latih berbicara, berjalan dan sebagainya. berbeda dengan makhluk lain seperti hewan. begitu hewan dilahirkan mereka telah memiliki suatu kekuatan untuk dapat hidup.

  Ayam yang baru menetas dapat terus berjalan. sapi yang baru lahir dalam waktu yang singkat dapat langsung berdiri dan langsung menyusu pada induknya. ikan yang baru menetas dalam air langsung dapat berenang mencari makan.

  Keadaan seperti ini tentu tidak dapat pada manusia. manusia perlu waktu yang relatif lama agar dapat dilepaskan hidup di masyarakat. peranan keluarga amat menentukan dalam mendidik dan melatih anak untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. peran pertama dalam mengasuh dan mendidik anak adalah keluarga, terutama ibu dan ayah, serta anggota keluarga yang ada dalam rumah tangga. perhatikan Bagaimana ibu ibu mengajari dan melatih anaknya berbicara, bermain, berjalan, makan dan lain sebagainya dengan penuh kasih sayang. ketika menidurkan anaknya sering pula seorang ibu menyanyikan lagu-lagu yang bernafaskan agama, nasehat-nasehat atau lagu-lagu lain yang mengandung makna bagi kehidupan. lagu atau syair syair yang mendandankan biasanya diwariskan secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  Demikian pula halnya ayah, Kakak dan lain-lain yang ada dalam lingkungan keluarga memberi perhatian dan penuh kasih sayang pada si kecil. anak diajari dan dilahirkan tata krama, nilai-nilai agama serta budaya yang berlaku di lingkungannya.



Contoh

Anak Bila bersalaman atau menerima sesuatu dengan tangan kiri oleh orang tuanya dilarang dan diajarkan cara bersalaman atau menerima sesuatu dengan tangan kiri bertentangan dengan budaya kita.

Sewaktu mau makan diajarkan akan berdoa terlebih dahulu dengan agama yang dipercaya dan dianut oleh orang tuanya.

Mengajarkan bagaimana cara menghormati orang lain yang lebih tua.

Mengajarkan tata krama dan sopan santun sesuai dengan budaya setempat. dan lain sebagainya.

  Perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh keluarga terhadap si kecil merupakan suatu proses yang disebut proses sosialisasi (pembudayaan). sosialisasi adalah suatu proses dimana setiap individu orang mempelajari cara-cara hidup dalam masyarakat dan sesuai dengan nilai norma dan kebiasaan yang berlaku agar dapat berkembang, baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai pribadi atau individu. melalui sosialisasi setiap individu akan mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungan. sosialisasi sudah dimulai dalam alam pikiran individu sejak masih kanak-kanak yang dimulai dari lingkungan keluarga. manusia tidak hanya hidup di lingkungan keluarga tetapi pada lingkungan yang lebih luas yaitu lingkungan masyarakat karena suatu ketika si kecil kelas telah menjadi dewasa, merupakan bagian dari masyarakat.

  Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain manusia selalu memerlukan bantuan orang lain agar bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya. makin maju manusia makin banyak memerlukan kerjasama dengan orang lain. seorang pelajar dapat belajar di sekolah karena ada guru, sekolah dapat dibangun dengan bantuan tukang bangunan, tukang dapat bekerja bila ada orang lain yang menyediakan bahan bahan bangunan seperti kayu, semen, genteng dan lain sebagainya.

  Semen dan Attack merupakan hasil industri, tentu harus ada pula orang-orang yang bekerja pada industri semen dan genteng tersebut, begitu seterusnya. bila salah satu dari komponen itu tidak ada, proses belajar di sekolah tidak akan dapat berlangsung dengan baik manusia selalu memerlukan manusia lain agar dapat hidup lebih baik, melakukan interaksi sosial dengan orang lain dan saling bergantung untuk memenuhi kebutuhannya. di tempat yang sama mereka hidup bersama dan dalam waktu yang lama membentuk suatu masyarakat.

  Sosialisasi yang diperoleh dari keluarga maupun melalui interaksi dengan masyarakat lingkungan memiliki manfaat.

Membentuk pribadi, yaitu sikap seseorang untuk berpikir, berbuat dan merasakan secara khusus apabila melakukan interaksi dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan.

Mewariskan nilai-nilai budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya secara turun temurun, misalnya adat istiadat yang diwariskan secara terus-menerus ke generasi berikutnya.

Melahirkan masyarakat sosial sesuai dengan budayanya, dengan demikian terdapat beraneka ragam masyarakat sosial yang berkembang sesuai dengan budayanya masing-masing. seperti masyarakat Jawa, Minangkabau, Batak, Sunda, Aceh, Bugis dan lain sebagainya.




0 Response to "Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian Dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel