Pengertian Serta Contoh Perpindahan Kalor Secara Konduksi, Konveksi Dan Radiasi Terlengkap

  Perpindahan kalor yang sebenarnya sudah kita pelajari sejak duduk di bangku sekolah SD, SMP, penemu pembahasan pada SD dan SMP masih sangat sederhana. jika kita pahami dan kita perhatikan banyak sekali kehidupan yang menunjukkan perpindahan kalor contohnya saat kita sedang mengikuti upacara. saat matahari terik terik pada siang hari. pernah terpikir Kenapa kita ikut merasakan panas padahal yang panas adalah matahari, dan letaknya cukup sangat jauh dari kita. Apa mungkin saat kita merebus air untuk bikin kopi. mengapa saat kita menyentuh tangkai dari panci terasa panas padahal yang terkena api pada bagian bawah panci. nah ini semua adalah contoh dari peristiwa perpindahan kalor. kamar itu sendiri merupakan suatu bentuk energi yang bisa berpindah karena adanya perbedaan suku. Kang ora bisa berpindah melalui 3 cara yaitu secara konduksi (hantaran) secara konveksi (aliran) secara radiasi (pancaran). untuk lebih jelasnya kita akan membahas satu persatu pada pertemuan kali ini.


Perpindahan kalor secara konduksi (hantaran)

  Perpindahan kalor secara konduksi tersebut adalah perpindahan sifat atau zat perantara tanpa adanya perpindahan partikel-partikel zat perantara. contohnya jika kita memasak air dan secara otomatis ujung batang logam dalam api sedangkan ujung lainnya kita pegang, maka yang terjadi ujung tangkai tersebut akan terasa panas juga. peristiwa ini dinamakan perpindahan kalor secara konduksi karena kalor yang dihantarkan dari ujung logam ke ujung logam yang lain tanpa ada perantara selain.

  Konduksi Desa dipengaruhi oleh daya hantar panas dari sifat atau zat. karena hal itu berdasarkan daya hantar panasnya berbeda. perbedaan tersebut dibagi menjadi dua yaitu:

1. Konduktor. adalah zat yang dapat menghantarkan panas dengan cukup baik. misalnya besi. aluminium. lembaga dan lain-lain sebagainya.

2. Isolator. adalah zat yang kurang baik dalam menghantarkan panas. misalnya plastik, kayu, kaca dan masih banyak lagi yang lainnya.


Perpindahan kalor secara konveksi (aliran)

  Dengan adanya perpindahan kalor secara konveksi, hanya bisa terjadi pada zat yang bersifat mengalir seperti air dan udara. seringkali kita memanfaatkan zat tersebut dalam peristiwa sehari-hari dalam hukum perpindahan kalor secara konveksi. misalnya saat kita memanaskan air maka ketika air mendidih akan memunculkan gelembung-gelembung air naik ke atas yang di mana sudah menandakan air mendidih dan mencapai suhu yang panas pada bagian bawah. hal ini merupakan peristiwa perpindahan kalor secara konveksi yang di mana angin laut yang terjadi pada siang hari disebabkan karena daratan pada siang hari lebih cepat panas daripada laut. sehingga udara panas yang ada di atas daratan akan naik dan udara yang lebih dingin dari laut akan bergerak mengisi udara di darat.

  Apabila suatu fluida mengalir pada silinder (Contohnya seperti pipa) yang mempunyai perbedaan suhu pada salah satu bagian dindingnya maka dapat menghitung besarnya kalor yang merambat setiap satuan waktu dengan rumus.


Perpindahan kalor secara radiasi (pancaran)

  Saat kita keluar rumah pada terik matahari kita akan merasakan panas padahal badan kita tidak sedang sakit atau tidak memegang sesuatu yang panas. hal tersebut demikian dapat terjadi karena panas terik matahari bisa merambat ke bumi secara radiasi. radiasi ialah perpindahan kalor tanpa perlu media perantara. kalor dari matahari merambat berupa gelombang elektromagnetik. karena banyaknya kalor yang dipancarkan tiap satuan luas dan satuan waktu dapat dihitung.

  Demikianlah penjelasan tentang pengertian serta contoh perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Semoga bisa menambah pemahaman Anda, sampai jumpa pada artikel berikutnya.

0 Response to "Pengertian Serta Contoh Perpindahan Kalor Secara Konduksi, Konveksi Dan Radiasi Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel