Perkembangan Ilmu Tafsir Menurut Sejarah Kebudayaan Islam.



Perkembangan Ilmu Tafsir

Tafsir adalah ilmu yang menjelaskan makna ayat sesuai dengan petunjuk yang lahir dalam batas kemampuan manusia. dengan kata lain, Ilmu Tafsir mengkaji Bagaimana menjelaskan kehendak Allah swt. yang terkandung dalam Alquran melalui lafal dan makna serta menjelaskan hukum-hukum yang dikandungnya sesuai dengan kemampuan mufassir (ahli tafsir).

  Ilmu ini penting karena disamping mengandung kata-kata yang mudah dan terperinci, Alquran juga memuat ayat-ayat yang sulit dipahami atau ayat-ayat yang hanya memuat prinsip umum. usaha-usaha Untuk menafsirkan Alqur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad adalah orang yang mempunyai otoritas dan tugas utama dalam menjelaskan Alquran. oleh karena itu penafsiran yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw adalah penafsiran yang paling benar.

  Setelah Nabi Muhammad saw meninggal, penafsiran Alquran dilakukan oleh para sahabat, yaitu Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Ibnu Mas'ud, Abdullah bin Abbas, Zaid bin Sabit, Abu Musa Al-Asy'ari, dan Abdullah bin Zubair.

  Abdullah bin Abbas merupakan seorang sahabat yang hidup hingga masa Bani Umayyah. beliau wafat pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan. keahliannya dalam bidang Ilmu Tafsir membuatnya dijuluki tarjuman Alquran (juru bicara Alquran).

  Pada masa berikutnya, tafsir para sahabat itu berkembang di berbagai kota dan memunculkan generasi ahli tafsir dari kalangan tabiin. di Mekah, Tafsir Ibnu Abbas dikembangkan oleh murid-muridnya. seperti Said bin Jabir, Mujahid, Ata bin Abi Rabah, dan ikrimah Bin Abu Jahal.

  Di kufah muncul generasi ahli tafsir yang bersumber dari Ibnu Mas'ud. di Madinah muncul pula para ahli tafsir, seperti Abdurrahman Bin Aslam dan Malik bin Anas. Pada masa itu, penafsiran ayat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menafsirkan Alqur'an dengan Alqur'an, menafsirkan Alqur'an dengan hadis-hadis Nabi Muhammad saw, serta menafsirkan Alqur'an dengan ijtihad sahabat. metode tafsir yang terakhir itu disebut dengan metode tafsir Bil ma'tsur. hasil-hasil penafsiran al-qur'an Pada masa itu belum ada yang dibukukan. hasil karya para ulama di berbagai bidang tersebut baru mulai dibukukan pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah.

  Itulah sekelumit kisah tentang Perkembangan Ilmu Tafsir Menurut Sejarah Kebudayaan Islam pada periode pertama dan periode kedua Semoga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang agama Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah.

0 Response to "Perkembangan Ilmu Tafsir Menurut Sejarah Kebudayaan Islam."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel