Perkembangan Ilmu Hadis Pada Periode Ketiga Dan Keempat Menurut Sejarah Kebudayaan Islam


Perkembangan ilmu Hadis pada periode ketiga.

  Pada periode ini, tentara Islam melakukan penaklukan ke beberapa wilayah, seperti Suriah, Irak, Mesir, Persia dan Spanyol. akibatnya, para sahabat harus berpindah pindah ke tempat baru untuk mengajarkan Islam kepada penduduk setempat. pada perkembangan selanjutnya, seorang sahabat yang mendengar adanya suatu hadis dan belum pernah mendengarkannya merasa perlu berkunjung ke tempat tinggal sahabat yang meriwayatkan hadis tersebut. kedatangan sahabat itu akan mengundang perhatian tapi in untuk mendengarkan pengajaran-pengajaran darinya. termasuk tentang Hadits. contohnya adalah kepergian Abu Ayub Al Ansori ke Mesir untuk menemui Uqbah bin Amr dalam usahanya menanyakan sebuah hadis.

  Dengan demikian, periode ini ditandai oleh aktifnya generasi tabiin dalam meriwayatkan hadis hadis dari generasi sahabat yang masih hidup. Adapun beberapa tabiin yang muncul sebagai tokoh hadis adalah Sa'id dan urwah di Madinah, ikrimah dan ata binRabah di Mekah, asySya'bi dan Ibrahim an-nakha'i di kufah. Abu Qotadah dan Muhammad bin Sirin di Basra. Umar bin Abdul Aziz dan Qobisah bin Zuaib di suriah, serta thawus Bin kaisan Al Yamani dan Wahab bin munabbih Di yaman.

  Pada periode ini juga berkembang riwayat dan hadis-hadis palsu. pada awalnya hadis-hadis palsu dibuat oleh kelompok syiah di Irak, selanjutnya hal itu juga dilakukan oleh golongan sunni sebagai upaya mendukung kepentingan politik mereka.

Perkembangan ilmu Hadis pada periode keempat.

  Periode ini dimulai pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sampai akhir abad ke-2 H pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah. khalifah Umar bin Abdul Aziz terkenal jujur dan mempunyai minat terhadap ilmu pengetahuan. Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat kenyataan bahwa para penghafal hadits makin berkurang jumlahnya karena gugur dalam berbagai peperangan. Iya kemudian memerintahkan Gubernur Madinah, ya itu Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hamz untuk membukukan hadis yang dihasilkan oleh amrah binti Abdurrahman serta Qosim binsar Muhammad Bin Abu Bakar As Siddiq. mereka adalah pemuka tabiin dan ahli fikih di Madinah. kebijakan itu juga diberlakukan kepada semua gubernur untuk mengambil langkah-langkah sumpah pada ulama hadis di daerah masing-masing.

  Abu Bakar bin Muhammad Syahab az-zuhri tercatat sebagai ulama besar pertama yang membukukan hadis. kodifikasi dengan cara semacam ini akhirnya Diteruskan oleh para khalifah dari Bani Abbasiyah.

 Itulah sekelumit kisah tentang perkembangan ilmu Hadis pada periode Ketiga dan periode Keempat Semoga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang agama Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah.

0 Response to "Perkembangan Ilmu Hadis Pada Periode Ketiga Dan Keempat Menurut Sejarah Kebudayaan Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel