Inilah Sejarah Tionghoa masuk ke Indonesia Menurut Sejarah

  Latar belakang menyebarnya Tionghoa. menurut sejarawan titik warna nada, kedatangan Tionghoa ke nusantara dimulai sejak awal abad ke-5 Masehi pada awal tahun 414 etnis Tionghoa yang melakukan pelayaran ke India terdampar di Jawa namun sejak itu masih sedikit etnis Tionghoa yang masuk ke nusantara. selanjutnya pada tahun 1644 Dinasti Ming mengalami kehancuran dan runtuh. selanjutnya berdirilah dinasti Cing yang menggantikannya. Pada masa itu jalur perdagangan Asia Tenggara dibuka kembali dengan dibukanya perdagangan tersebut maka imigran khususnya provinsi Hokkian atau fujien dan Quantum atau quondong mengalir keluar. dari daerah tersebut para imigran tersebar di berbagai daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. kedatangan Tionghoa ke Indonesia sebelum kedatangan Belanda, mereka hidup dengan damai dan menjadikan perdagang, bertani, sebagai sumber pencaharian.


Kedatangan orang Tionghoa ke Indonesia

  Kedatangan Tionghoa ke Indonesia tidak lepas dari kerajaan-kerajaan di nusantara dan mereka datang demi urusan perdagangan. saat itu orang Tionghoa keluar daerahnya hampir tidak membawa keluarga atau istri, Hal ini dikarenakan perempuan dilarang keluar dari Tiongkok. akhirnya etnis Tionghoa berbaur dengan penduduk lokal dan terjadilah pernikahan. kedatangan Tionghoa banyak tercatat prasasti di Jawa, dalam prasasti tersebut disebutkan ada warga asing Selain nama suku bangsa selain yang menetap. dalam prasasti perunggu yang ditemukan di Jawa Timur pada tahun 1860 ditemukan istilah juru Cina yang menunjukkan jabatan dipegang oleh Tionghoa di sana. motif kain sutra Tiongkok direlief Candi Sewu Juga menjadi bukti pengaruh kebudayaan Tionghoa.

  Para perantau Tionghoa akhirnya berbaur dan menetap serta memiliki keturunan di nusantara. bahkan tidak pernah kembali ke negeri asalnya. Bahkan dalam bahasa, makanan, pakaian serta agama mereka banyak yang mengikuti Nusantara. perantau dari Tionghoa pada akhirnya banyak memeluk agama Islam dan mengikuti adat istiadat penduduk asli Nusantara. pada tahun 1683 ada sekitar 5000 orang Tionghoa tiba di Batavia atau Sunda Kelapa, seorang Tiongkok muslim bernama Mahuan bercatatan saat ikut ekspedisi CengHo menyebutkan bahwa pedagang muslim Tionghoa banyak menghuni kota dan ibu kota kerajaan Majapahit pada abad ke-15. ekspedisi Cheng Ho sendiri meninggalkan jejak di Semarang,

  Berawal dari Wangjanghong orang kepercayaan Cheng Ho sakit dan akhirnya menetap di Simongan dan tidak mengikuti rombongan. Iya dan pengikutnya merupakan salah satu asal keturunan Tionghoa di Semarang. sementara itu sejarawan menunjukkan bahwa pendiri Kesultanan Demak Raden Fatah masih memiliki darah Tiongkok, bahkan beberapa Wali penyebar agama Islam di Jawa juga memiliki darah Tiongkok. dalam kitab sundatina yang parah, dijelaskan pada tahun 1407 masa kerajaan Pajajaran, Ada rombongan orang Tionghoa di bawah pimpinan halung yang terdampar di muara cisadane sebelum mencapai tujuannya di Sunda Kelapa.

  Itulah sekelumit sejarah masuknya Tionghoa ke nusantara menetapnya orang Tionghoa di Indonesia. pada perkembangan selanjutnya hubungan Tionghoa dengan etnis lokal mengalami pasang surut lebih-lebih mengalami adanya adu domba oleh Belanda. penjajah yang tahu bahwa Tionghoa bisa diperah uangnya memposisikan mereka sebagai warga kelas dua di atas warga pribumi. mungkin inilah sebabnya etnis Tionghoa dipandang oleh orang pribumi sebagai antek penjajah dan tidak Pro perjuangan. disaat yang yang sama kaum mereka terhimpit oleh penjajah.

Oke mungkin inilah sedikit penjelasan tentang sejarah Tionghoa masuk ke Indonesia. semoga menambah wawasan, Terima kasih sudah membaca sampai selesai

0 Response to "Inilah Sejarah Tionghoa masuk ke Indonesia Menurut Sejarah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel