Cara Meningkatkan Hasil Panen Budidaya Cabe Rawit

  Cara Meningkatkan Hasil Panen Cabe Rawit.Cabe rawit dengan nama ilmiah Capsicum Frustescens merupakan tanaman yang buahnya dapat dijadikan sebagai bumbu masak. Cabe rawit merupakan familia dari solanaceae. Dipasaran harga cabe rawit bisa melambung tinggi pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal maupun tahun baru. Jika usaha budidaya cabe rawit ditekuni dengan baik maka akan memperoleh keuntungan yang besar. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana cara budidaya cabe rawit yang menguntungkan.

CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN CABE RAWIT

  Budidaya cabe rawit dapat dilakukan oleh petani diberbagai jenis lahan, baik itu di daerah ladang,  persawahan, perkebunan, tanah lapang maupun di halaman rumah. Memperoleh hasil panen budidaya cabe rawit yang melimpah ruah sangat diinginkan oleh para petani cabe. Berikut ini cara untuk meningkatkan hasil budidaya cabe rawit

PENGOLAHAN TANAH

  Pengelolaan tanah/lahan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin traktor atau dengan mencangkul sedalam 25-30 cm hingga tanah menjadi gembur. Selanjutnya biarkan tanah tersebut hingga 7-14 hari agar memperoleh sinar matahari yang cukup. Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar bedengan 100-200 cm, tinggi 20-30 cm, dan jarak antara bedengan yaitu 30-45 cm. Jika memungkinkan arah bedengan dibuat memanjang dari arah utara ke selatan agar memperoleh pancaran cahaya matahari yang cukup. Untuk membantu memperbaiki kerusakan tanah dan membuat tanah menjadi subur bisa menggunakan POC NASA. Dosisnya adalah 1 botol POC NASA dilarutkan kedalam 3 liter air sebagai larutan induk, setiap 50 liter air tambahkan 200cc larutan induk tadi dan disiramkan ke bendengan.

PENYEMAIAN BIBIT CABE 

  Penyemaian bibit dilakukan untuk memperoleh tumbuhan muda yang akan dibudidayakan sehingga menghasilkan buah yang diinginkan. Adapun tahan penyemaian bibit cabe rawit yang benar yaitu.

Membuat bedengan atau tempat persemaian bibit

  Buat bedengan dengan ukuran lebar 1-1,2 meter, panjang 3-5 meter, dan tinggi bedengan 15-20 cm.

Penyemaian bibit

  Sebelum disemai bibit cabe rawit direndam POC NASA dengan dosis 1 liter air hangat kemudiam di peram semalam. Setelah diperam semalam kemudian ditabur ketempat penyemaian bibit. Setelah bibit berumur 10 hari semprotkan POC NASA dengan dosis 1-2 tutup per tangki.

PENANAMAN CABAI RAWIT 

  Setelah bibit cabe rawit berusia satu bulan sebaiknya segera ditanam. Penanaman sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari supaya batang tanaman dan daunnya tidak layu. Beberapa ciri-ciri bibit yang siap ditanam yaitu.


Berumur 1 bulan

  Tidak terserang hama dan penyakit
Pertumbuhan tanaman seragam
Sebelum penanaman cabe rawit siram bibit yang akan ditanam dengan air bersih. Kemudian baru ditanam.

CARA PEMELIHARAAN TANAMAN CABE RAWIT

  Pemeliharaan tanaman cabai rawit melibatkan beberapa metode seperti

Penyiraman

  Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah serta curah hujan yang ada di wilayah setempat.

Penyiangan

  Dilakukan untuk menghambat pertumbuhan tanman liar pengganggu (gulma). Rumput/gulma yang ada disekitar tanaman sebaiknya dicabut dengan disiang menggunkan koret/sabit. Tujuan pencabutan gulma/rumput liar agar tidak mengambil nutrisi yang ada pada tanah sekitar tanaman cabe rawit tersebut.

Pemupukanpupuk-untuk-meningkatkan-panen-cabe-rawit

  Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 – 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.

PENGAMATAN HAMA DAN PENYAKIT

  Penyakit layu
penyakit ini disebabkan karena oleh jamur antara lain Fusarium,Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Pengendalian hama fusarium bisa menggunakan sebarkan GLIO.

  Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides),
Gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.
Ulat Grayak ( Spodoptera litura dan S. exigua )

  Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.

PANEN

  Pemanenam sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Panen pertama tanaman cabe rawit sekitar umur 60-70 hari. Setelah pemetikan ketiga semprotkan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.

0 Response to "Cara Meningkatkan Hasil Panen Budidaya Cabe Rawit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel